Pelanggaran di Jalur Transjakarta Kok Terus Dibiarkan Terjadi

Danang (30) hanya orang biasa. Sopir Menteri Sosial Salim Segaf Al’Jufrie ini harus menerima bukti pelanggaran atau tilang dari Kepolisian Daerah Metro Jaya pekan lalu. Danang ingin memburu waktu agar menteri tiba di Istana Negara secepatnya.

Publik menyoroti kasus ini lantaran sang menteri yang ada di dalam kendaraan tersebut tidak memberi contoh berlalu lintas yang baik bagi masyarakat.

Jika kita jujur, sebenarnya banyak pengguna kendaraan Ibu Kota melakukan hal yang sama seperti Danang. Bahkan, pihak kepolisian sendiri mengaku kesulitan menghadapi persoalan ini. Alasannya, terlalu banyak terjadi pelanggaran serupa dan akhirnya polisi membiarkan pelanggar ini melintas di jalur transjakarta.

Persoalannya, di mana pak polisi?

”Jika ingin menilang, ribuan orang bisa kena karena masuk jalur transjakarta,” tutur Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Condro Kirono.

Pertanyaan yang menggelitik, kalau ribuan orang yang melanggar jalur transjakarta itu ditilang, persoalannya apa, Pak?

Condro meminta komitmen pihak lain agar turut mengamankan jalur angkutan massal tersebut. Cara yang paling mendasar adalah memperbaiki infrastruktur pendukung transjakarta. Persoalan ini yang menjadi akar masalah lalu lintas Jakarta setelah hadir transjakarta.

Lantaran konsep pengembangan angkutan massal masih setengah matang, berbagai persoalan muncul di jalanan. Polisi lalu lintas di Jalan Warung Buncit, Brigadir Satu Iwan, mengaku kerepotan. Penegakan hukum kepada pelanggar lajur transjakarta kadang dibalas pengguna kendaraan dengan marah.

Apalagi pada jam pulang kerja menjelang petang. Pengguna kendaraan ingin cepat sampai di rumah. ”Saya bingung, harus bagaimana,” tutur Iwan.

Janji perbaikan

Minimnya sarana pendukung transjakarta, seperti tidak adanya portal yang dibutuhkan untuk menutup jalur transjakarta, memicu pengguna kendaraan memasuki jalur khusus transjakarta.

Akhir April, Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar mengakui, sarana pendukung transjakarta masih perlu peningkatan. Salah satunya adalah pengadaan portal untuk menghindari pemakaian lajur transjakarta oleh pengguna kendaraan lain.

”Tahun ini kami akan buat 25 titik portal di seluruh jalur transjakarta. Portal ini akan kami lengkapi dengan lampu otomatis sehingga tidak membahayakan pengguna jalan,” kata Akbar.

Sudah pasti, pernyataan dan janji ini tidak bisa mengatasi persoalan yang ada di jalan.

Seiring dengan terwujudnya berita rencana ini, orang seperti Danang yang menjadi sopir dan Iwan sang polisi lalu lintas akan menghadapi persoalan dan kepentingan yang sering kali saling bertentangan. Danang yang mewakili pengguna jalan umumnya terus-menerus menghadapi ancaman tilang oleh polisi. Di sisi lain, Iwan harus menerima lontaran kemarahan dari pengguna jalan.

Penyempitan

Di kawasan Pondok Indah, penyempitan jalan membuat seluruh bahu jalan padat oleh kendaraan. Separuh jalan tersebut menjadi lajur transjakarta yang dibatasi pembatas berupa cat oranye. Pengguna jalan bisa menggunakan lajur transjakarta secara bersamaan.

Berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya, tidak ada satu pun koridor transjakarta yang nihil dari permasalahan lalu lintas. Masalah yang jamak terjadi di seluruh koridor adalah terjadinya penyempitan jalan.

Penyempitan inilah yang membuat jutaan pengguna kendaraan di Jakarta harus berebut tempat di jalan. Lebih jauh lagi, mereka yang bersabar harus menghadapi kenyataan ”tua di jalan” alias macet.

Di tengah kemacetan yang dialami warga Ibu Kota, ada pejabat negara yang tega menghardik petugas lalu lintas di jalan. Mereka tidak segan-segan mempertontonkan kekuasaan di depan orang kecil.

Anto (28), bukan nama sebenarnya, seorang petugas pengatur lajur transjakarta di Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan, mengaku pernah ada orang mengeluarkan pistol dari mobilnya saat dia dan rekan lain sedang menjaga agar lajur transjakarta tetap steril. Dia hanya ingat di nomor polisi mobil itu terdapat gambar burung garuda. ”Saya tidak tahu siapa dia,” katanya. (Andy Riza Hidayat)


Best Regards,
Blog: http://mygoder. wordpress. com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: