halal-haram

Masalah halal-haram ini adalah untuk kehidupan normal sehari-hari. Dalam kondisi darurat, seperti untuk keperluan pengobatan orang sakit, fiqih (hukum Islam) memberi peluang/membolehkan sebatas untuk keperluan itu, tetap haram untuk kondisi di luar itu.

Bahkan untuk kondisi darurat yang lain, misal seseorang tidak mendapatkan makan dan kalau tidak makan akan membahayakan kondisi kesehatannya, sementara itu makanan yang ada hanya (bangkai) babi, maka fiqih Islam bisa memtolelir hal itu. Babi menjadi halal untuk kondisi yang sangat memaksa seperti itu.

Posting saya sebetulnya lebih ingin menjawab beberapa posting sebelumnya yang menyatakan bahwa ibadah umat Islam (sholat) mirip dengan ibadahnya orang Yahudi, seperti sujud, sebagaimana topik utama di milis ini. Bagi Umat Islam hal itu tidak menjadi masalah, karena pada prinsipnya perintah sujud itu sama-sama datang dari Allah SWT. Sekali lagi, Islam bukanlah agama baru, tetapi agama Tauhid yang jauh sebelum Muhammad diutus, agama Tauhid itu sudah disampaikan oleh beberapa Nabi kepada beberapa kaum sebelum diutusnya Muhammad.

Kalau praktek ritual di antara agama-agama langit (agama Samawi : Yahudi, Nasrani dan Islam) ada kemiripan, itu karena perintah itu datang dari Tuhan yang sama, Yaitu : Allah Subkhanahu Wata’ala (Sering disingkat Allah SWT, dalam Islam maksudnya adalah Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi). Maha Suci dalam arti tidak ada dzat yang menyamainya, Maha Tinggi dalam arti tidak ada dzat yang lebih tinggi dari-Nya (dalam segala hal).

Kalau dalam posting saya memberi contoh kemiripan “perintah puasa” dan “keharamam babi” dalam Kristen dan Islam, itu hanya sekedar contoh yang saya ketahui, mungkin ada kemiripan lainnya yang bisa didiskusikan disini. Manun sekali lagi, Islam konsisten dengan perintah-perintah tadi, semenrata agam lainnya tidak konsisten. Demikian juga dengan agama Yahudi, mungkin ada kemiripan dalam ritual antara Islam dan Yahudi, meski tidak mirip 100 persen, karena perintah ritual itu datang dari Tuhan yang sama. Namun bisa kita lihat siapa yang konsisten terhadap perintah-perintah itu ? Bisa didiskusikan bersama disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: